Sunday, December 18, 2011

Ketika dia Menuntun Saya (Bag 7)

Saya sangat bersyukur karena saya dapat menempuh pendidikan ditingkat menengah dan masuk SMK negeri dimana SMK tersebut merupakan salah satu sekolah favorit pada saat itu walaupun lewat KKN juga hehehe.

Selama menempuh pendidikan saya tinggal dirumah keluarga yang kebetulan adalah seorang pengajar di salah satu SMA swasta di pinggiran kota Palopo. Saya sangat berterima kasih dan minta maaf karena selama saya tinggal bersama beliau banyak menyusahkan dan kadang mengabaikan nasehat-nasehat beliau pada saat itu.

Disekitar tempat tinggal tersebut banyak dihuni oleh berbagai macam karakter manusia dan tingkat sosial, mulai dari yang miskin sampai yang berkecukupan, mulai dari yang baik sampai yang paling nakal sekalipun. Secara kebetulan disekitar tempat tinggal saya ada juga seorang atlit bola Basket yang namanya Sarjun yang sangat ramah terhadap saya sehingga dari itu saya tertarik untuk belajar main basket walaupun secara fisik tidak ideal sebagai seorang pemain basket. Berkat dorongan dan bimbingan dia saya bergabung dengan salah satu Klub Basket yang paling disegani di Kota Palopo.

Saya sangat bangga bisa bergabung dengan teman2 dari berbagai sekolah di Kota Palopo untuk latihan bersama belajar main Bola Basket, pada saat itu juga dengan senior yang pada akhirnya menjadi sahabat dan sekaligus kakak saya namanya Agus, yang mana pada awal bertemua dengan dia membuat saya minder karena mukanya sangat tidak bersahabat, tetapi seiring dengan berjalannya waktu justru saya sangat dekat dengan dia.

Dengan bimbingan teman2 dan senior ditambah sentuhan teknik oleh seorang pelatih yang namanya Lun Chi Ang, pelatih saya ini adalah mantan pemain Timnas yang mempunyai teknik yang sangat baik maka jadilah saya pemain basket walaupun kemampuannya biasa-biasa saja tapi yang penting adalah sedikit mempunyai teknik bermain basket.

No comments: