Wednesday, October 04, 2006

SEKARANG DAN YANG AKAN DATANG

Setiap manusia wajib menjalani kehidupannya sesuai dengan kondisi dan situasi pada saat itu tanpa mengetahui apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang karena yang dipikirkan hanyalah bagaimana bisa mempertahankan kelangsungan hidup pada saat itu.

Sekarang kita sedang menjalani berbagai macam aktifitas yang ternyata punya keterkaitan dengan masa lalu dan mungkiin kita juga telah menyadari bahwa apa yang sedang kita jalani sekarang ini sangat berhubungan dengan apa yang kita jalani dimasa lalu tersebut.

Setelah kita sadar bahwa ternyata dimasa lalu kita terkadang mengabaikan sesuatu yang ternyata bermanfaat untuk kehidupan dan aktifitas kita sekarang ini, walaupun kita sendiri menyadari bahwa semua itu tidak akan bermanfaat pada masa yang akan datang.

Seandainya hal tersebut bisa kita ketahui terlebih dahulu mungkinkah kehidupan kita akan berjalan dengan sempurna, hanya Tuhan yang Tahu.

Menyesalkah kita dengan keadaan seperti itu...?

Friday, July 28, 2006

Kenapa Bapak Presiden Menampar Saya

Kemarin Presiden Republik Indonesia di undang pada salah satu acara peringatan hari bersejarah di negeri ini dan pada saat yang bersamaan saya juga turut hadir disana dan mendapat kesempatan berbaris didepan bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono.
Suatu kebanggaan yang saya rasakan pada saat itu karena tidak semua orang mendapat kesempatan yang sama seperti saya. Oleh sebab itu kesempatan itu saya pergunakan dengan sebaik-baiknya dengan berbaris seperti layaknya seorang tentara karena saya tau bahwa beliau adalah mantan tentara juga tapi saya heran kenapa orang-orang di sekitar saya justru tidak serius atau dengan kata lain cara berbaris mereka tidak sempurna seperti saya, kadang pindah dari barisan satu ke barisan yang lainnya.

Pada saat itu bapak Presiden tidak berbuat apapun saat meliahat orang-orang tersebut melakukan kesalahan tapi pada saat melihat saya yang berbaris begitu sempurna langsung menampar saya karena melihat yang didepan saya lebih pendek dari saya, setelah itu aku pindah kedepan menggantikan orang yang didepan saya tapi pada saat itu saya tidak berani menanyakan kenapa cuma sayang yang ditampar.

Setelah saya bertanya-tanya didalam hati tiba-tiba aku terbagun dan sadar ternyata aku baru saja mengalami mimpi ditampar oleh seorang Presiden.

Wednesday, July 05, 2006

Ujian Nasional Tidak Melanggar Hak Azasi Manusia

Perdebatan seputar Ujian Nasional seakan tidak akan ada habisnya karena adanya pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat.
Seperti yang telah dijelaskan oleh pihak departemen Pendidikan Nasional bahwa tidak ada Ujian Nasional Ulangan karena kalau melaksanakan ujian ulangan maka pelaksanaan Ujian Nasional yang telah dilaksanakan akan menjadi sia-sia.

Munculnya pendapat bahwa Ujian Nasional melanggar hak azasi manusia semakin menambah panjang perdebatan, tetapi kalau kita mencermati hasil keputusan Mahkamah Agung yang telah menolak gugatan terhadap Departemen Pendidikan Indonesia mengenai pelaksanaan Ujian Nasional sehingga dalam hal ini dalam pelaksanaannya tidak melanggar hak azasi.

Oleh sebab itu mari kita mencermati secara bijak dan bijaksana bahwa dalam proses pendidikan memang membutuhkan yang namanya evaluasi oleh sebab itu Ujian Nasional merupakan langkah yang tepat dalam rangka melihat sejauh mana usaha kita dalam meningkatkan mutu pendidikan secara Nasional.

Sunday, May 14, 2006

Mengapa Ada Ujian Nasional....?

Indonesia merupakan salah satu negara yang berpenduduk terbesar di dunia oleh sebab itu memerlukan mekanisme yang tepat dalam hal mengelola pendidikannya. Perdebatan yang tidak pernah ada ujungnya adalah masalah Ujian Nasional, ada yang mendukung dan ada yang beranggapan bahwa tidak perlu ada Ujian Nasional. Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pendidikan kita adalah dengan adanya pemetaan. Oleh sebab itu pemerintah akan menempuh yang namanya Ujian Nasional untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pendidikan kita dan langkah apa yang harus ditempuh selanjutnya.
Dalam menyikapi adanya Ujian Nasional kita harus berfikir positif dan memandangnya dari segala sisi bukan sebaliknya karena dalam mengambil satu kebijakan dalam hal peningkatan mutu pendidikan harus didukung dengan data dan alasan yang kuat.

Kepada seluruh lapisan masyarakat marilah kita mendukung Ujian Nasional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di negeri kita.
Pemerintah tidak akan mampu mewujudkan pendidikan yang bermutu di negeri kita tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat dan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Yang terhormat dengarlah suara rakyatmu dari berbagai arah jangan dari satu arah saja.

Semoga pendidikan yang bermutu yang selama ini kita impikan akan segera terwujud.

SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL 2006

Monday, March 20, 2006

Apakah Murid = Guru...?

Untuk mendapatkan hasil yang berkwalitas dari sesuatu yang kita kerjakan bukan karena semata-mata kita sanggup mengerjakannya tapi karena kita mencintai atau mempunyai motivasi untuk mengerjakan pekerjaan itu.

Seorang murid mendapatkan hasil yang memuaskan dari suatu mata pelajaran bukan karena pelajaran itu mudah tapi murid tersebut mempunyai motivasi dan keinginan untuk belajar mata pelajaran tersebut.
Kalau kita berbicara tentang pekerjaan dan seorang murid hampir sama dengan seorang guru, oleh sebab itu kalau kita mau mendapatkan guru yang profesional maka kita harus membuat kebijakan atau langkah apapun yang membuat orang mau menjadi seorang guru atau menjadi guru adalah pilihan Nomor 1, selama pilihan menjadi guru adalah pilihan yang terakhir maka sampai kapan pun kita tidak akan mendapatkan guru yang Profesional atau sama dengan berkwalitas....

Kita lihat saja....

Friday, February 17, 2006

Idealisme dan Kepentingan

Kita tidak bisa menebak seperti apa nasib kita dimasa yang akan datang, apakah baik-baik saja atau lebih buruk dari apa yang kita bayangkan. Kita hanya bisa merenacanakan sesuatu tapi ada yang lebih menentukan.
Itu kalau kita berbicara mengenai nasib manusia tapi kalau kita berbicara masalah idealisme dan kepentingan lain lagi, kadang kita merencanakan sesuatu dengan idealisme kita tapi berubah dengan adanya berbagai macam kepentingan orang lain.


em em em...

Wednesday, February 01, 2006

Kerjaan Gak ada Habisnya - Tanya Kenapa ...?

Setelah kita sampai di kantor yang ada didalam benak kita adalah menyelesaikan pekerjaan yang belum sempat diselesaikan kemarin, setiap hari hal serupa kita lakukan bahkan bertambah dan bertambah.
Itu semua patut kita syukuri karena tuhan masih memberi kita kepercayaan untuk mengerjakan pekerjaan yang ada.

Selamat Bekerja, Sukses Selalu...

Friday, January 13, 2006

Pekerjaan Berat Untuk DEPDIKNAS

Tanggung jawab DEPDIKNAS selama ini sangat berat kalau dibandingkan dengan departemen lain karena selain memperbaiki SDM pendidik juga harus mengupayakan pemerataan fasilitas pendidikan terhadap seluruh daerah yang ada diseluruh Indonesia mulai dari Kota sampai ke daerah terpencil sekalipun.

Tapi sejalan dengan hal tersebut muncul masalah yang tidak kalah pentingnya yaitu bukan sekedar membuat orang bisa membaca tapi bagaimana orang bisa memahami apa yang dibacanya.

Kalau kita melihat atau membaca dikoran tentang perseteruan antara salah satu parpol dengan beberapa parpol di daerah DKI Jakarta tentang bunyi SPANDUK yang menginformasikan bahwa ada komponen pendidikan yang gratis dan menurut saya tidak ada unsur bahwa semua itu hasil kerja sendiri dan tidak perlu dipermasalahkan kalau perlu bikin spanduk juga dong pasti gak ada yang protes.

Wah, kalau isi spanduk itu tidak dipahami berarti tambah berat dong kerjaan DEPDIKNAS...?

em em em...

Tuesday, January 10, 2006

FORMALIN DAN PEMERINTAH

Tayangan TV akhir2 ini penuh dengan pemberitaan tentang beredarnya bahan pengawet dikalangan masyarakat luas tapi bahan pengawet tersebut biasanya dipakai sebagai pengawet mayat tapi ditemukan sebagai pengawet bahan makanan seperti Mie Basah, Ikan Kering dll.
Kalau kita melihat makanan yang memakai bahan pengawet tersebut berarti bisa dipastikan bahwa semua penduduk di Negeri ini sudah mengkomsumsi FORMALIN, yang menurut berita bahan kimia tersebut sangat berbahaya kalau dikomsumsi oleh manusia.

Tapi pemerintah bukannya memikirkan bagaimana cara mengatasi atau melakukan semacam Vaksin terhadap manusia yang sudah terlanjur mengkomsumsi FORMALIN tersebut melainkan sibuk mencari Produsen yang memproduksi makanan dengan menggunakan bahan pengawet tersebut bahkan lewat BPOM akan menerbitkan sertifikat bebas Formalin yang tidak disetujui oleh Menteri Kesehatan.

Apa yang harus kita perbuat setelah kita selesai mengkomsumsi Formalin....?

Wednesday, January 04, 2006

Ujung Tombak Yang Tidak Pernah Runcing

Kemajuan suatu negara adalah dilihat dari penduduknya yang dapat menikmati kehidupan yang layak atau dengan kata lain sejahtra dan dapat memperlihatkan hasil karya berupa teknologi yang canggih kepada negara lain seperti :
- Transfortasi Yang Canggih
- Teknologi Informasi Yang Canggih
- Persenjataan Yang Canggih (Mempunyai Senjata Nuklir)

Pengamatan saya selama ini terhadap negara-negara yang sudah maju adalah ada salah satu faktor yang sangat penting dan sangat vital yang mereka anggap sebagai ujung tombak dalam mengangkat harkat dan martabat suatu bangsa yaitu satu kata yang namanya "PENDIDIKAN", maka Ujung Tombak itu tadi selalu mereka jaga agar tetap runcing.

Di Negara kita apakah kita semua juga menyadari bahwa ada yang namanya Ujung Tombak dalam kemajuan suatu bangsa..?, saya juga belum tau karena belum pernah mengadakan penelitian tentang hal itu.
Kalau kita menyadari bahwa Ujung Tombak itu adalah PENDIDIKAN maka apakah kita sudah berusaha agar Tombak itu Runcing...?

mmmmmmmm

Pemimpin Rakyat Yang Memikirkan Rakyat

Masih teringat di benak kita pada saat calon pemimpin dan wakil rakyat kita mengadakan kampanye didepan masyarakat Indonesia yang mungkin belum pernah dikenal sebelumnya. Para calon tersebut bisa dipastikan bahwa tidak ada yang tidak memberikan iming2 yang sangat membahagiakan demi kelangsungan hidup kedepan.
Tapi apa yang terjadi sekarang ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dijanjikan dulu pada waktu kampanye, kita juga jangan menutup mata bahwa masih ada juga pemimpin dan wakil rakyat kita yang betul-betul memikirkan rakyat.

Dengan adanya kesenjangan yang sangat besar dimasyarakat kita menandakan bahwa yang memikirkan nasib rakyat bisa dipastikan hanya mencapai 1% saja, kita harus realistis bahwa untuk mengurus rakyat dibutuhkan kerjasama antara semua elemen yang ada di Negeri ini, jangan cuma punya harta dan nama besar tapi dibalik itu banyak orang yang menderita.

Hai para pemimpin dan wakil rakyat katakanlah benar kalau itu memang benar dan katakanlah salah kalau memang itu salah.
Janganlah menghalalkan segala cara untuk menggapai kepentingan pribadimu.

Tuesday, January 03, 2006

Hati-hati atau tidak hati-hati ?

Setiap orang tua di dunia ini mungkin semuanya pernah memberikan nasehat kepada anaknya agar selalu berhati-hati dimanapun dia berada, tidak terkecuali kalau membawa kendaraan.
Menurut saya nasehat seperti itu sangat penting untuk kita patuhi karena kenapa...?
karena Kalau kita tidak hati-hati kita bisa saja mencelakakan orang lain

Maka hati-hatilah sebelum anda mencelakakan orang lain...