Wednesday, August 13, 2008

Etika Individu atau Etika Struktural...?

Banyaknya masalah yang timbul di negeri ini merupakan suatu bahwa belum adanya titik temu atau apa yang mendasari sehingga masalah-masalah itu bermunculan. Yang paling menjadi sorotan yang paling menonjol saat ini adalah munculnya kasus-kasus korupsi dan pemberantasan korupsi, selain itu muncul pula kasus-kasus kriminal baik yang berskala kecil maupun yang besar.
Sebagai pertanyaan, apakah yang harus dibenahi di negeri ini...? beberapa hari yang lalu saya mendengar ceramah seorang tokoh yang sangat populer saat ini, menurut saya apa yang dikatakan sangat relevan yang dengan apa yang dialami oleh bangsa ini. Menurut beliau yang perlu dibenahi adalah masalah ETIKA yaitu Etika Individu dan Etika Struktural.
Sebagai Ilustrasi, ada orang yang secara individu mempunyai etika yang tidak baik tapi karena berada dalam satu Struktur Baik sehingga orang tersebut menjadi baik begitupun sebaliknya karena Strukturnya jelek maka orang baik pun bisa jadi tidak baik. (Sebagai contoh, 1. Seseorang yang biasanya ugal-ugalan dijalan menjadi tertib ketika masuk dijalan tol yang masuk atau keluar tol harus bayar dan tidak boleh zig-zag untuk menghindari tabrakan, 2. Perempatan Lampu Merah yang lagi rusak disitu terdapat orang-orang baik menjadi tidak baik karena saling berebut untuk dapat meloloskan diri dari kemacetan).
Dari cerita tersebut diatas menurut saya adalah yang perlu dibenahi adalah kedua-duanya yaitu Etika Individu dan Etika Struktural. Tapi yang menjadi pertanyaan sangupkah kita membenahi kedua hal tersebut.
Selamat Mencoba....

Tuesday, August 12, 2008

Menuju Detik-detik Proklamasi Yang ke 63

Beratnya perjuangan para pendahulu merupakan sesuatu yang sangat menakjubkan, karena begitu beratnya perjuangan mereka. Pejuang pada saat itu mepunyai peran masing-masing dalam rangka memerdekakan untuk mensejahterakan rakyat. Soekarno pada saat itu merupakan orang yang paling berperan dalam menyatukan semangat dan pandangan kepada seluruh komponen masyarakat pada waktu itu.
Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat luas yang terdiri atas berbagai macam kemajemukan, suku agama dan ras merupakan hal yang sangat kompleks dimiliki oleh Indonesia. Untuk menyatukan hal tersebut dibutuhkan suatu isu tau semangat yang bisa menyatukan pandangan para pejuang tersebut.
Sukses Soekarno dan para pejuang lain pada saat itu merupakan sesuatu yang perlu direnungkan oleh kita semua yang akan melanjutkan warisan yang berikan kepada kita semua. Semangat yang diusung pada saat itu adalah semangat untuk menjadi suatu bangsa yang merdeka dan sejahtera tanpa melihat yang namanya suku, agama dan ras sehinggga yang namanya Indonesia yang dibalut dengan semangat pancasila berdiri dengan kokoh.
Setelah Indonesia menjadi negara yang disegani karena dengan kekuatan kebersamaannya datang Soeharto dengan semangat mebangun ekonomi dan sukses juga membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang paling disegani dengan kemajuan ekonominya bahkan pernah di juluki Macan Asia. Tapi yang jadi pertanyaan kenapa langkah yang sudah di tapaki ke jenjang yang lebih tinggi harus turun lagi ke titik Nol pada saat pergantian kepemimpinan. Negara tetangga sebagai negara seperjuangan berhasil menaiki tangga tersebut tapi bangsa Indonesia terpuruk untuk memulai lagi dari nol.
Isu apakah yang harus dikembangkan di negeri ini untuk memancing kembali rasa kebangsaan dan kebersamaan dulu yang sudah hampir luntur dikalangan masyarakat kita karena menurut saya untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangkit harus ada Isu yang sangat kuat sehingga semua komponen bangsa ikut berjuang tanpa memandang Suku, Agama dan Ras.
Contoh sederhana, dulu karena kita merasa dijajah oleh Belanda dan Jepang maka kita ramai-ramai untuk mengusir para penjajah tersebut keluar dari negeri kita, sekarang bagaimana...? apakah kita sadar bahwa kita sedang di jajah oleh orang India dengan Sinetron dan Film yang menyesatkan, apakah ini bisa dijadikan Isu...?
Selamat berjuang....MERDEKA....

Monday, August 11, 2008

Ketika Dia Menuntun Saya (Bag 3)

Olahraga yang paling populer pada saat saya duduk di Sekolah Dasar adalah olahraga tinju karena kebetulan pada saat itu yang menjadi juara dunia adalah orang Indonesia yaitu Elyaspikal. Karena pada saat itu dikampung belum ada listrik apalagi televisi maka informasi tentang petinju kebanggan Indonesia tersebut hanya bisa di saksikan lewat serial wayang kertas atau didengar lewat radio transistor tetangga yang sangat menggelegar dan diulas pada saat selesai pertandingan.
Karena begitu terkenalnya karena setiap pertandingan selalu mempertahankan juaranya timbul juga keinginan untuk menyaksikan secara langsung di televisi bagaimana sang petinju tersebut mengalahkan lawan-lawannya. Suatu ketika ada sorang sopir mobil yang memperistrikan orang kampung saya mengajak kakek saya untuk menonton aksi petinju tersebut maka ajakan tersebut diasambut dengan baik karena kebetulan kakek saya sangat mengagumi petinju tersebut. Mungkin karena sering memperhatikan saya bermain-main dengan wayang bergambar sang petinju tersebut, maka kakek tidak lupa untuk mengajak saya untuk menonton langsung di layar televisi.
Dengan mengendarai mobil mini bus yang warnanya sudah tidak jelas yang penuh dengan bekas-bekas ketokan yang baru kalai ini saya menyadari kalau mobil tersebut kalau istilah sekarang lagi proses ketok magic. Dengan menempuh jarak kurang lebih 40 km menulusuri jalanan yang belum diaspal sampailah kita ditempat tujuan untuk menonton secara langsung aksi petinju juara dunia dari Indonesia. Pada saat itu jelas terlihat begitu antusisnya orang berdatangan untuk menyasikan aksi petinju kebanggaan Indonesia tersebut.
Karena pertandingan belum dimulai maka kita pergunakan untuk istirahat setalah menempuh perjalan yang sangat melelahkan sampil memperhatikan tuan rumah sedang memutar-mutar antena televisi yang tiangnya dari bambu untuk mencari posisi yang tepat untuk menagkap siaran TVRI yang paling sempurna tanpa ada bintik-bintik.