Monday, January 18, 2010

DEMONSTRASI, TAWURAN dan SOLIDARITAS

Sedih rasanya sebagai orang yang dilahirkan di Sulawesi Selatan setiap kali mendengar orang-orang yang sedang membicarakan tentang berbagai macam kejadian yang terjadi di Sulawesi Selatan khususnya di Makassar seperti Demonstrasi yang berujung dengan anarki. Akhir-akhir ini kejadian tersebut semakin sering terjadi.

Penilaian orang pasti berbeda-beda tentang hal tersebut, sebagai orang yang dilahirkan disana atau paling tidak pernah berinteraksi dengan orang yang berasal dari Sul-sel mempunyai pandangan tersendiri tentang masalah tersebut, bagi orang yang tidak pernah berinteraksi dengan orang sul-sel sudah pastikan bahwa pendangan mereka pasti selalu negatif.

Menurut pengalaman saya selama ini adalah orang Sulawesi selatan atau Bugis - Makassar khususnya mempunyai rasa solidaritas yang sangat tinggi oleh sebab itu dengan atas nama solidaritas orang Bugis - Makassar akan lebih gampang dipengaruhi seperti diajak untuk melakukan Demonstrasi. Kalau sudah atas nama Solidaritas akan sangat sulit untuk menolak ajakan untuk melakukan Demonstrasi. Begitupun dengan Tawuran dan perkelahian antar individu ataupun kelompok, itu juga terjadi karena tingginya rasa solidaritas, sebagai contoh setiap kelompok akan menimbulkan rasa akan melindungi setiap anggota kelompoknya, apabila ada salah satu anggota kelompok yang diganggu oleh orang lain atau kelompok maka dengan secara otomatis tanpa ada komando dari anggota lain akan memberikan perlindungan, oleh sebab itu muncullah gesekan-gesekan itu yang dapat menimbulkan tawuran atau perkelahian.

Oleh sebab itu sebagai kesimpulan, selama solidaritas itu masih ada diantara masyarakat Sulawesi Selatan khususnya Bugis - Makassar maka selama itu pula segala macam bentuk Demonstrasi dan tawuran akan muncul kapan saja. Untuk menghilangkan berbagai macam Demonstrasi dan Tawuran maka solidaritas itu juga harus hilang. Apakah kita rela solidaritas orang Bugis-Makassar itu kita hilangkan...?

berlanjut....?

Thursday, January 14, 2010

Yang Manakah Karakter BANGSA itu ?

Perbincangan masalah karakter Bangsa merupakan perbincangan yang sudah lama terjadi yang dimulai pada saat pertama kali berdirinya Republik ini. Sampai saat ini perbincangan tersebut masih tetap berlangsung dan bahkan cenderung tidak akan ada habisnya selama Republik ini masih berdiri.

Setelah Kabinet Indonesia Bersatu II sudah terbentuk seakan-akan permasalahan karakter ini mengemuka lagi setelah sebelumnya adem ayem dengan keluarnya pernyataan salah satu Menteri dalam susunan Kabinet Indonesia Bersatu II tersebut. Dalam pernyataannya setelah bertemu dengan Presiden SBY adalah akan fokus pada pembenahan masalah karakter BANGSA ini.

Sebagai orang awam saya sebenarnya bingung karena menurut saya karakter yang di perbincangkan selama ini tidang kurang dari perbincangan tentang karakter individu dan karakter beberapa daerah di Indonesia yang kita tau terdapat sekitar 33 Propinsi dan 450 kabupaten/kota.

Apa yang diwacanakan tersebut merupakan suatu bentuk keegoisan seseorang atau individu karena seakan-akan memaksakan suatu bentuk karakter seseorang atau individu untuk diakui sebagai karakter Bangsa ini. Oleh sebab itu perbinacangan mengenai bagaimana menerapkan karakter itu tidak akan ada habisnya.

Kalau kita akan mendefinisikan suatu karakter Bangsa harusnya kita melihat satu persatu bentuk karakter yang selama ini dianut oleh seluruh daerah yang ada di Republik ini setelah itu baru kita diskusikan bentuk karakter yang dapat mewakili semua daerah tersebut untuk dijadikan sebagai bentuk sebuah karakter BANGSA, tanpa melakukan hal tersebut maka kita hanya akan membuang-buang waktu saja dalam memperbincangkan masalah karakter Bangsa ini.

Pada sebuah kesempatan Presiden RI yang pertama mengeluarkan pernyataan bahwa suatu saat bangsa ini akan runtuh apabila kita tidak menemukan karakter bangsa ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bangsa ini menemukan karakternya dan menyadari akan pentingnya karakter tersebut.

Selamat berjuang...