Sunday, March 30, 2008

Dimanakah Ayat Cinta Itu...?

Film Ayat-ayat cinta sampai saat ini sudah dinonton oleh lebih kurang dari 3 juta orang bahkan 2 orang petinggi di Republik ini sudah menyempatkan untuk menonton Film tersebut. Jumlah tersebut sudah melampaui jumlah penonton Film Naga Bonar Jadi 2.

Sebagai orang awam dan orang tidak mempunyai kompetensi untuk menilai sebuah hasil karya yang namanya Film, saya hanya mengacu kepada puas atau tidak setelah menonton film tersebut. Setelah menonton Film Ayat-ayat Cinta saya belum menemukan apa sebenarnya yang menjadi keistimewaan - keistimewaan Film tersebut karena saya tidak dapat melihat siapa peran yang membuat hidup Film tersebut, baik Fahri, Aisyah ataupun Maria.

Kalau boleh saya mengementari bahwa adegan-adegan yang ada dalam Film Ayat-ayat cinta sama saja dengan adegan sinetron yang di tayangkan oleh berbagai TV di Indonesia seperti seorang Cowok yang miskin yang berjalan tiba-tiba ditabrak oleh cewek yang kaya raya kemudian cewek tersebut jatuh cinta kepada cowok yg di tabrak atau yang paling dekat dengan adegan di Film itu adalah seorang cowok kampung datang ke kota kemudian mencari tempat kost di kota, kemudian ketemu dengan anak gadis yang punya kost dan anak gadis itu jatuh cinta kepada cowok kampung tadi.
Prestasi yang paling menonjol adalah berhasilnya Tim mengemas sehingga Film ini menjadi hangat di perbincangkan oleh masyarakat di seluruh Indonesia sampai-sampai kedua petinggi kita yang sedang sibuk dengan persoalan bangsa ini masih dapat menyempatkan diri untuk menonton Film tersebut. Bagaimana kata hati kedua pemimpin kita itu setelah menonton Film tersebut...?
Kalau saya ditanya tentang Film tersebut, saya akan bertanya balik, dimanakah Ayat-ayat Cinta Itu....?

Tuesday, March 25, 2008

Melangkah Dengan Sebuah Nilai

Entah hari ini atau lusa saya akan mulai menulis satu cerita yang berseri mengenai perjalan hidup. Cerita ini merupakan kesimpulan sementara tentang hasil pengamatan saya sendiri mulai dari pertama mengenal dunia ini sampai saat ini. Seandainya semua perjalanan itu kita sadari maka kata yang selalau menyertainya adalah kata "NILAI". Nilai itu sendiri saya maksudkan adalah nilai yang positif. Sampai saat ini saya belum menemukan judul apa yang tepat dari cerita tersebut dan kapan tulisan itu dimuali.

Saya tidak akan memberikan jangka waktu dari tulisan pertama ke tulisan ke dua karena kemungkinan jarak antara tulisan yang satu ke tulisan kedua bisa 1 hari, 1 minggu atau satu bulan.

Wednesday, March 05, 2008

Menerima Apa Adanya

Apa yang kita lakukan dimasa lalu dan saat ini adalah terbentuk oleh prospek atau konsep yang kita bayangkan kedepan, oleh sebab itu bayangan tersebut akan menuntun kita untuk melengkapi segala sesuatu yang kita bayangkan dan dari bayangan tersebut terbentuklah sebuah standar kehidupan yang akan dijalani dimasa yang akan datang.
Setiap manusia yang normal mempunyai standar hidup yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya tetapi standar itu akan berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Pentingnya persiapan dalam menghadapi perubahan standar minimal kehidupan adalah dalam rangka menghindari tekanan yang terjadi baik yang datang dari luar maupun dari dalam lingkungan kita sendiri.
Sangat mudah mengatur semua kejadian dalam hidup kita apabila dapat menyadari setiap perubahan-perubahan yang terjadi, tapi bagaimana kalau kita tidak pernah tau dan sadar apa yang akan kita lakukan dimasa yang akan datang. Menerima apa adanya merupakan satu-satunya tindakan yang paling mumpuni untuk melawan ketidak tahuan itu karena apa yang telah kita lakukan tidak akan mungkin bisa kita putar kembali.