Apa yang kita lakukan dimasa lalu dan saat ini adalah terbentuk oleh prospek atau konsep yang kita bayangkan kedepan, oleh sebab itu bayangan tersebut akan menuntun kita untuk melengkapi segala sesuatu yang kita bayangkan dan dari bayangan tersebut terbentuklah sebuah standar kehidupan yang akan dijalani dimasa yang akan datang.
Setiap manusia yang normal mempunyai standar hidup yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya tetapi standar itu akan berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Pentingnya persiapan dalam menghadapi perubahan standar minimal kehidupan adalah dalam rangka menghindari tekanan yang terjadi baik yang datang dari luar maupun dari dalam lingkungan kita sendiri.
Sangat mudah mengatur semua kejadian dalam hidup kita apabila dapat menyadari setiap perubahan-perubahan yang terjadi, tapi bagaimana kalau kita tidak pernah tau dan sadar apa yang akan kita lakukan dimasa yang akan datang. Menerima apa adanya merupakan satu-satunya tindakan yang paling mumpuni untuk melawan ketidak tahuan itu karena apa yang telah kita lakukan tidak akan mungkin bisa kita putar kembali.


2 comments:
assalamu alaikum...
hm... benar sekali apa yang bapak katakan. Tentu saja menerima dengan ikhlas apa yang telah terjadi adalah merupakan cara yang paling "indah" dalam menjalani hidup ini. Menerima apa adanya dengan ikhlas juga membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan, pencipta segalanya. :)
menerima apa adanya adalah sebuah bentuk keihklasan yang tidak dipunyai oleh semua orang. namun bukan berarti bahwa menjalani hidup tanpa perjuangan, dan bagaimana kita mengukur bahwa kita berjuang telah melewati batas "penerimaan yang apa adanya"?
Post a Comment