Sunday, December 15, 2013
Saya Juga Presiden
Indonesia merupakan Negara dengan penduduk terbesar ke empat di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 230 juta jiwa, mempunyai sekitar 17000 pulau yang tersebar di semua propinsi di Indonesia, mempunyai sekitar 300 etnis dan sekitar 700 bahasa dan dialek. Potensi sumber daya manusia yang potensial dan sumber daya alam yang berlimpah membutuhkan pengelolaan yang sangat professional. Kekayaan alam kita adalah panas bumi ( no 1 didunia), batubara (no 2 didunia), timah, nikel ( no 2 dan 4 didunia), sawit, karet dan kakao ( 1, 2, 2 didunia), jumlah pantai terpanjang didunia setelah Canada, hutan tropis terbesar didunia bersama Brasil, potensi laut yang terbesar didunia dengan luas wilayah 2/3 adalah laut.
Itulah sedikit gambaran bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar yang tidak tertutup kemungkinan menjadi bagsa yang mandiri dan sejahtera bersama rakyatnya, bukan bangsa yang pecundang yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang. Untuk mengatur bangsa yang sangat besar ini dibutuhkan pemimpim yang tidak mempunyai kepentingan apapun, baik kepentingan kelompok tertentu, politik dan organisasi tertentu. Selama dikelola oleh pemimpin yang mempunyai kepentingan tertentu maka niscaya bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa-bangsa lain didunia.
Saya dapat mewujudkan bagsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejahtera bersama rakyat karena :
1. Merasa belum terkontaminasi oleh kepentingan kelompok dan oraganisasi tertentu, karena saya yakin bahwa selama pemimpinnya sudah terkontaminasi dengan kepentingan tertentu maka pembangunan bangsa akan jalan di tempat.
2. Semua tokoh-tokoh yang muncul sampai saat ini adalah muka-muka lama yang menurut penilaian saya hanya ingin menunjukkan kehebatan mereka masing bukan menunjukkan kepada semua rakyat Indonesia bahwa negeri ini adalah milik kita bersama dan kita akan nikmati bersama.
3. Sampai saat ini belum mempunyai utang budi terhadap seseorang, salah satu faktor munculnya KKN adalah karena utang budi
Langkah pertama yang saya lakukan adalah
1. Bagaimana membangun hubungan yang sangat baik antara manusia sebangsa dan setanah air tanpa melihat latar belakang.
2. Memberikan contoh terhadap generasi muda untuk hidup sederhana dan apa adanya, menikmati hidup gak perlu menjadi orang kaya dulu, dengan semoboyan ‘ Tidak perlu menjadi sesuatu untuk menjadi sesuatu karena menjadi sesuatupun belum tentu kita jadi sesuatu ‘.
3. Penentuan besaran anggaran dan program kementerian dan lembaga diserahkan kembali kepada Kementerian Keuangan dan Bappenas, DPR sifatnya hanya pengawasan.
4. Memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh kolaborasi tiga penegak hukum yaitu KPK ( khusus untuk KPK akan diperkuat lagi mengenai penyadapan, bagi pejabat setingkat menteri dan esselon I serta semua keluarga dekatnya dilakukan penyadapan terhadap semua HPnya, kalau perlu bagi esselon 2,3 dan 4 juga di sadap), Kepolisian dan Kejaksaan
5. Memperkuat pertahanan dan keamanan untuk menjamin tidak adanya ancaman bagi rakyat dalam menjalankan aktifitas, baik yang ada dalam negeri maupun yang ada diluar negeri.
6. Inventarisasi dan singkronisasi program antar kementerian dan lembaga
7. Singronisasi program antara pemerintah dan pemerintah daerah
8. Pengembangan sektor pendidikan dan infrastrukturnya, pengemabangan pendidikan di fokus pada akses, mutu ( SDM dan infrastruktur) dan akuntabilitas.
9. Pengembangan sektor kesehatan dan infrastrukturnya, saat ini pelayanan infrastruktur kesehatan tidak memiliki standar minimal yang harus didapatkan oleh masyarakat. Saat ini pelayanan dan infrastruktur kesehatan hanya terfokus pada kota-kota besar dan hanya untuk masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi menengah keatas.
10. Pelayanan public
11. Infrastruktur
Sebagai kata penghibur adalah " Tidak harus menjadi sesuatu untuk menjadi sesuatu karena menjadi sesuatupun belum tentu menjadi sesuatu yang dimaksud "
Tidak ada kata yang tidak mungkin dalam hidup ini karena semua yang terjadi adalah kehendak yang maha kuasa tanpa diketahui manusia sebelumnya, pemimpin yang ada saat ini adalah semuanya ada karena kebetulan oleh sebab itu semua kebijakannya juga adalah kebetulan.
The Next President
Wednesday, November 06, 2013
Plat kendaraan bermotor di Indonesia, otoritasnya siapa....?
Pertanyaan ini sebenarnya sudah lama dipendam tapi baru kali ini sempat menulisnya.
Sebenarnya sederhana saja kalau saya melihat plat kendaraan bermotor di Indonesia dari zaman kemerdekaan sampai sekarang, kalau gak salah warnanya hanya hitam dan putih bagi kendaraan pribadi dan kuning hitam bagi kendaraan umum.
Desain plat kendaraan di suatu negara itu ditentukan oleh siapa sih...?
Kalau memang kita punya otoritas untuk membuat desain plat kendaraan bermotor mengapa kita tidak membuat desain yang sedikit menarik.
Coba bayangkan kalau desain plat kendaraan bermotor itu di desain dengan manarik, walaupun kendaraannya sudah tua tapi plat nomernya bagus saya kira akan memberikan kesan yang menarik pula buat semua kendaraan yang sudah tua. Begitupun sebaliknya, coba kita melihat kendaraan yang mewah dipasangi dengan plat hitam putih yang kaku pasti mengurangi keindahan kendaraan tersebut. Oleh sebab itu banyak pemilik kendaraan yang dengan sengaja merubah bentuk dan huruf plat kendaraannya agar terlihat lebih menarik.
Kalau kita melihat desain plat kendaraan di beberapa negara lain sangat berbeda dengan desain plat kendaraan yang kita punya di Indonesia.
Semoga terjawab
Wednesday, September 25, 2013
Pesan Buya Syafii Maarif kepada saya
Ketika sedang dijalan menuju kantor tiba-tiba saya teringat perjalan saya ke Sumatera Barat beberapa tahun yang lalu, pada saat didalam sebuah kendaraan bersama Buya Syafii Maarif, saya cukup konsentrasi dan mendengarkan pemikiran-pemikiran beliau yang langsung terucap dari bibirnya. Sempat saya berkata dalam hati bahwa momen ini sangat langkah buat saya karena dapat mendengar langsung sebuah pemikiran yang tulus langsung dari seorang Syafii Maarif yang selama ini hanya dapat dilihat di TV. Tetapi yang membuat saya begitu terkejut adalah ketika beliau tiba-tiba menanyakan asal daerah saya dan kemudian berkata : " Hasan...kamu harus belajar yang baik agar kamu menjadi pintar karena kita tidak pernah tau nasib kamu ke depan akan seperti apa, kalau kamu menjadi pemimpin maka kamu sudah mempunyai pengetahuan untuk menjadi pemimpin, oleh sebab itu belajarlah dengan sungguh-sungguh ". Dari perkataan beliau saya menagkap bahwa ada sebuah kegelisahan dari benak beliau bahwa pemimpin yang ada sekarang adalah lahir dengan secara kebetulan tetapi tidak dibekali dengan pengetahuan dan integritas yang cukup dalam memimpin negeri ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)

