Friday, January 13, 2006

Pekerjaan Berat Untuk DEPDIKNAS

Tanggung jawab DEPDIKNAS selama ini sangat berat kalau dibandingkan dengan departemen lain karena selain memperbaiki SDM pendidik juga harus mengupayakan pemerataan fasilitas pendidikan terhadap seluruh daerah yang ada diseluruh Indonesia mulai dari Kota sampai ke daerah terpencil sekalipun.

Tapi sejalan dengan hal tersebut muncul masalah yang tidak kalah pentingnya yaitu bukan sekedar membuat orang bisa membaca tapi bagaimana orang bisa memahami apa yang dibacanya.

Kalau kita melihat atau membaca dikoran tentang perseteruan antara salah satu parpol dengan beberapa parpol di daerah DKI Jakarta tentang bunyi SPANDUK yang menginformasikan bahwa ada komponen pendidikan yang gratis dan menurut saya tidak ada unsur bahwa semua itu hasil kerja sendiri dan tidak perlu dipermasalahkan kalau perlu bikin spanduk juga dong pasti gak ada yang protes.

Wah, kalau isi spanduk itu tidak dipahami berarti tambah berat dong kerjaan DEPDIKNAS...?

em em em...

Tuesday, January 10, 2006

FORMALIN DAN PEMERINTAH

Tayangan TV akhir2 ini penuh dengan pemberitaan tentang beredarnya bahan pengawet dikalangan masyarakat luas tapi bahan pengawet tersebut biasanya dipakai sebagai pengawet mayat tapi ditemukan sebagai pengawet bahan makanan seperti Mie Basah, Ikan Kering dll.
Kalau kita melihat makanan yang memakai bahan pengawet tersebut berarti bisa dipastikan bahwa semua penduduk di Negeri ini sudah mengkomsumsi FORMALIN, yang menurut berita bahan kimia tersebut sangat berbahaya kalau dikomsumsi oleh manusia.

Tapi pemerintah bukannya memikirkan bagaimana cara mengatasi atau melakukan semacam Vaksin terhadap manusia yang sudah terlanjur mengkomsumsi FORMALIN tersebut melainkan sibuk mencari Produsen yang memproduksi makanan dengan menggunakan bahan pengawet tersebut bahkan lewat BPOM akan menerbitkan sertifikat bebas Formalin yang tidak disetujui oleh Menteri Kesehatan.

Apa yang harus kita perbuat setelah kita selesai mengkomsumsi Formalin....?

Wednesday, January 04, 2006

Ujung Tombak Yang Tidak Pernah Runcing

Kemajuan suatu negara adalah dilihat dari penduduknya yang dapat menikmati kehidupan yang layak atau dengan kata lain sejahtra dan dapat memperlihatkan hasil karya berupa teknologi yang canggih kepada negara lain seperti :
- Transfortasi Yang Canggih
- Teknologi Informasi Yang Canggih
- Persenjataan Yang Canggih (Mempunyai Senjata Nuklir)

Pengamatan saya selama ini terhadap negara-negara yang sudah maju adalah ada salah satu faktor yang sangat penting dan sangat vital yang mereka anggap sebagai ujung tombak dalam mengangkat harkat dan martabat suatu bangsa yaitu satu kata yang namanya "PENDIDIKAN", maka Ujung Tombak itu tadi selalu mereka jaga agar tetap runcing.

Di Negara kita apakah kita semua juga menyadari bahwa ada yang namanya Ujung Tombak dalam kemajuan suatu bangsa..?, saya juga belum tau karena belum pernah mengadakan penelitian tentang hal itu.
Kalau kita menyadari bahwa Ujung Tombak itu adalah PENDIDIKAN maka apakah kita sudah berusaha agar Tombak itu Runcing...?

mmmmmmmm

Pemimpin Rakyat Yang Memikirkan Rakyat

Masih teringat di benak kita pada saat calon pemimpin dan wakil rakyat kita mengadakan kampanye didepan masyarakat Indonesia yang mungkin belum pernah dikenal sebelumnya. Para calon tersebut bisa dipastikan bahwa tidak ada yang tidak memberikan iming2 yang sangat membahagiakan demi kelangsungan hidup kedepan.
Tapi apa yang terjadi sekarang ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dijanjikan dulu pada waktu kampanye, kita juga jangan menutup mata bahwa masih ada juga pemimpin dan wakil rakyat kita yang betul-betul memikirkan rakyat.

Dengan adanya kesenjangan yang sangat besar dimasyarakat kita menandakan bahwa yang memikirkan nasib rakyat bisa dipastikan hanya mencapai 1% saja, kita harus realistis bahwa untuk mengurus rakyat dibutuhkan kerjasama antara semua elemen yang ada di Negeri ini, jangan cuma punya harta dan nama besar tapi dibalik itu banyak orang yang menderita.

Hai para pemimpin dan wakil rakyat katakanlah benar kalau itu memang benar dan katakanlah salah kalau memang itu salah.
Janganlah menghalalkan segala cara untuk menggapai kepentingan pribadimu.

Tuesday, January 03, 2006

Hati-hati atau tidak hati-hati ?

Setiap orang tua di dunia ini mungkin semuanya pernah memberikan nasehat kepada anaknya agar selalu berhati-hati dimanapun dia berada, tidak terkecuali kalau membawa kendaraan.
Menurut saya nasehat seperti itu sangat penting untuk kita patuhi karena kenapa...?
karena Kalau kita tidak hati-hati kita bisa saja mencelakakan orang lain

Maka hati-hatilah sebelum anda mencelakakan orang lain...