Tuesday, October 27, 2009

INDONESIA Dunia Sesungguhnya

Semua bangsa di dunia berlomba-lomba untuk memperkenalkan segala kelebihan dan keunikan bangsanya kepada bangsa lain dengan berbagai macam cara dengan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Semua itu dilakukan demi menarik perhatian bangsa-bangsa lain untuk datang dan berinvestasi di negaranya. Dengan segala keunikan dan potensi negaranya mereka sampaikan dengan berbagai macam cara seperti kecanggihan teknologi visual sampai kepada slogan yang unik seperti apa yang dilakukan oleh Negara tetangga kita Malaysia dengan segala keterbatasan sumber daya tampil percaya diri dengan " Malaysia Asia Sesunggunya ".

Kepercayaan diri merupakan hal yang penting dimiliki oleh seseorang untuk maju dan berkembang, tidak terkecuali untuk sebuah Bangsa dan Negara kalau mau maju harus mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Bangsa yang mempunyai Kepercayaan diri yang tinggi yang diikuti dengan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang kuat akan melahirkan Bangsa yang kuat yang dapat mensejahterakan rakyatnya.

Indonesia merupakan salah satu negara di Dunia yang berpenduduk terbesar, sumber daya alam luas, budaya yang besar serta sumber daya manusia yang kreatif. Indonesia memiliki kurang lebih 300 etnic dan kurang lebih 700 bahasa yang tersebar di 33 Provinsi. Dengan sumber daya tersebut Indonesia tidak punya alasan untuk tidak percaya diri mengklaim bahwa INDONESIA adalah Dunia Sesungguhnya. Semua itu harus dimulai dari pemimpin kita, sejauh mana menyadari akan potensi tersebut dengan begitu percaya diri dan tegak dihadapan bangsa -bangsa lain bahwa INDONESIA adalah Dunia Sesungguhnya.

Dengan terbentuknya kabinet yang baru dengan program 100 harinya, terutama kepada Departemen Budaya dan Pariwisata sangat mungkin untuk memasukkan program 100 harinya untuk membentuk slogan untuk kepentingan pariwisata kita yang diberi nama "INDONESIA Dunia Sesungguhnya", saya optimis bangsa Indonesia akan lebih dikenal dan terkenal oleh bangsa-bangsa lain yang ada di dunia.

SELAMAT BERJUANG

Monday, October 05, 2009

Saya Tunggu Janjimu

Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendaknya, oleh sebab itu marilah kita selalu menerima apa yang terjadi pada diri kita dengan tulus tanpa ada rasa curiga karena semua itu datang dari yang maha kuasa. Mulailah langkah kita dengan niat yang tulus dan tanpa pamrih atau mengharapkan imbalan apapun. Marilah kita selalu mensyukuri apa yang telah kita dapatkan selama ini karena yakinlah bahwa semua itu akan ada hikmahnya.

Sebagai seorang manusia, pasti selalu mempunya berbagai macam keinginan dan keinginan itu pasti berusaha diwujudkannya. Dalam proses mewujudkan keinginan tersebut manusia selalu bersentuhan apa yang dinamakan rintangan dan hambatan. Semua rintangan dan hambatan tersebut biasa datangnya dari sebuah keinginan oleh sebab itu muncul sebuah janji. Sebagai manusia yang mempunya komitmen yang tinggi dan mempunyai moral yang bagus akan selalu mewujudkan janji yang sudah diucapkan itu dengan cara profesional tanpa terpangaruh atau tekanan dari luar.

Walaupun saya tidak berhubungan langsung dengan sebuah janji seseorang, tapi saya selalu berharap suatu saat ini seseorang yang mengaku profesional yang tidak dapat ditekan oleh pihak manapun untuk mewujudkan janjinya. Semoga janji itu diwujudkan atas nama hati nurani tapi yang murni hati nurani sehingga keselamatan kita adalah keselamatan bersama, berkah kita adalah berkah kita bersama tetapi jangan sampai musibah kita ditanggung oleh orang lain.

Tepatilah janjimu dengan mempertimbangkan kepentingan orang banyak bukan kepentingan segelintir orang.

NKRI Adalah Keadilan, Kepedulian, Kesempatan dan Keberpihakan

Negara kesatuan Republik Indonesia merupakan suatu wujud nyata bukan mimpi atau angan-angan. Hidup berdampingan dengan sesama manusia dari berbagai suku, agama dan ras adalah suatu kehidupan yang sangat menakjubkan selama itu dalam keadaan damai dan saling menghargai. Indonesia merupakan salah satu negara yang berpenduduk terbesar di dunia dan pemeluk Agama Islam terbesar di dunia tetapi didalamnya juga terdapat beberapa agama selain Agama Islam. Dari data yang ada, bangsa Indonesia dengan lebih 30 propinsi mempunyai berbagai macam kekayaan dan potensi seperti 17.548 pulau, 80.000 km garis pantai, 300 etnic dan lebih dari 700 bahasa. Apakah kita sebagai bangsa Indonesia sudah menyadari akan potensi yang sedemikian rupa tersebut.

Dengan melihat berbagai potensi tersebut diatas kita sebagai bangsa Indonesia harusnya bangga dan dan selalu percaya diri terhadap bangsa-bangsa lain yang lebih besar dan kaya dalam (ukuran materi) yang ada didunia ini. Kalau kita berbicara masalah kekayaan berarti kita juga mempunyai kekayaan yang sangat luar biasa yang tidak dapat ditiru atau diambil oleh orang lain. Kita adalah bangsa yang terhormat, jangan terpancing oleh provokasi bangsa lain untuk menjatuhkan martabat kita sendiri, jangan mau dibandingkan dengan bangsa lain karena mereka tidak akan bisa seperti negara kita. Mereka boleh berbangga dengan kekayaan materi yang mereka punya tetapi negara kita tetap saja Surga bagi rakyatnya dan orang selalu tertarik untuk datang ke Indonesia bagi yang pernah datang ke Indonesia.

Beberapa hari yang lalu saya mempunyai kesempatan berkunjung ke Papua, sebagai salah satu Provinsi dan sebagai satu kesatuan Negara Republik Indonesia. Saya takjub dengan apa yang nampak didepan mata saya, sangat indah sekali pemandangannya tapi ada satu hal yang membuat saya bingung karena apa yang nampak selalu saya lihat dilayar kaca tidak tergambar sedikit pun dari apa yang saya lihat secara langsung. Penduduknya sangat cinta terhadap kedamaian, cinta terhadap persatuan dan cinta terhadap sesama walaupun kulit kita agak berbeda dengan kulit mereka.

Kepada seluruh pemimpin negeri ini marilah kita selalu berlaku adil, Peduli dan selalu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya terhadap siapapun masyarakat yang ingin menggali potensi dirinya untuk kehidupannya yang lebih baik karena semua yang kita miliki akan sirna apabila kita sendiri tidak dapat memanfaatkan apa yang ada dengan sebaik-baiknya. Disini peran Pemimpin sangat besar untuk dapat mewujudkannya.

Friday, March 13, 2009

Memimpin Adalah Sebuah Kesempatan

Untuk menjalankan sebuah perkumpulan atau organisasi harus memiliki pemimpin karena tanpa pimpinan organisasi atau perkumpulan itu tidak akan berjalan sempurna. Oleh sebab itu seorang pemimpin harus mampu membuat suatu tujuan bersama yang akan diikuti oleh orang yang dipimpinnya.

Pada level pemerintahan ada berbagai macam pemimpin didalamnya mulai dari kepala negara itu sendiri sampai kepada Menteri, Dirjen dan tingkat yang paling terendah. Semua itu membutuhkan pemimpin yang bukan saja mampu menjaga ketentraman bawahannya tetapi juga harus mampu memperlihatkan arah dan tujuan yang akan ditempuh.

Setiap warga negara mepunyai hak yang sama untuk menjadi pemimpin tetapi tidak semua orang mampu untuk memimpin. Seperti manusia yang hidup dimuka bumi ini mempunyai hak yang sama untuk memimpin sebuah rumah tangga, setelah mendapat kesempatan untuk menikah maka dia akan memimpin sebuah rumah tangga tetapi belum tentu semua orang yang sudah menikah mampu untuk memimpin rumah tangganya sehingga ada namanya perceraian.

Oleh sebab itu setiap orang yang menjadi pemimpin di negara ini adalah orang yang mempunyai kesempatan untuk memimpin bukan karena dia mampu untuk memimpin. Dalam memimpin sebuah negara dituntut untuk berlaku adil dan seadil-adilnya kepada setiap warganya. Pemimpin yang dituntut oleh warganya untuk turun tahta adalah bentuk dari kegagalan seorang pemimpin.

Salah satu penyebab keterpurukan dinegara kita adalah karena pemimpinnya adalah orang-orang yang mempunyai kesempatan untuk memimpin bukan karena mempunyai sejarah atau mempunya kemampuan untuk memimpin. Kesempatan itu muncul karena banyak dikenal orang atau mempunyai jaringan dimana-mana ataupun mempunyai banyak materi.

Tidak tertutup kemungkinan dinegara kita ini mempunyai pemimpin yang mempunyai kemampuan untuk memimpin tetapi tidak mempunyai kesempatan untuk memimpin karena berbagai macam faktor. Pemimpin yang sejati adalah pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan orang banyak tanpa memikirkan kepentingan keluarganya, kelompoknya, organisasinya saja dan selalu berusaha untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya dan selalu berlaku adil.

Dimanakah pemimpin itu...? sanggupkah bangsa bangsa ini mendapatkan PEMIMPIN itu ...?
Selamat mencari...

Wednesday, March 11, 2009

Ketika Dia Menuntun Saya (Bag 6)

Pada saat saya mengambil keputusan untuk mendaftar agar bisa diterima di SPK adalah Ibu saya yang paling dominan dalam mempengaruhi saya untuk masuk kesana. Karena semua impian itu sudah lenyap maka tiba giliran Bapak saya yang memberikan masukan. Bapak saya melihat trend pada saat itu adalah SMK, paling tidak setelah tamat bisa bekerja di bengkel atau bisa membuka bengkel. Sejalan dengan itu maka saya memilih masuk SMK dan mengambil jurusan Elektronika dengan harapan suatu saat nanti bisa bekerja ditempat service Radio atau mendirikan service Radio.
Karena masih berharap untuk bisa sekolah di Ibu Kota provinsi maka saya mencari info bagaimana masuk ke sebuah SMK disana tetapi karena persyaratannya terlalu berat untuk masuh kesana maka secepatnya saya harus pulang ke kampung untuk mencari SMKyang dapat menerima saya sesuai dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Syukur Alhamdulillah saya diterima di sebuah SMK Negeri di Ibu Kota Kabupaten dan mengambil jurusan Elektronika.
Jarak antara rumah saya dan sekolah saya adalah kurang lebih 80 KM, oleh sebab itu untuk menghemat waktu dan biaya maka orang tua memutuskan untuk mencari tumpangan di dekat sekolah selama saya menuntut ilmu disana dan saya merasa bersyukur mendapat tumpangan dari keluarga yang kebetulan sebagai pengajar di sebuah SMA Swasta. Tadinya saya mempunyai niat untuk tinggal di gubuk (dulu tempat kost belum populer seperti saat ini) selama saya menuntut ilmu, tetapi karena orang tua saya tidak tega maka saya harus menumpang di rumah keluarga.
Karena sekolah saya agak di pinggir kota maka saya harus menempuh perjalanan kurang lebih 15 KM pulang pergi dengan menumpang pete'2 (kalau dijakarta namanya angkot).