Wednesday, March 11, 2009

Ketika Dia Menuntun Saya (Bag 6)

Pada saat saya mengambil keputusan untuk mendaftar agar bisa diterima di SPK adalah Ibu saya yang paling dominan dalam mempengaruhi saya untuk masuk kesana. Karena semua impian itu sudah lenyap maka tiba giliran Bapak saya yang memberikan masukan. Bapak saya melihat trend pada saat itu adalah SMK, paling tidak setelah tamat bisa bekerja di bengkel atau bisa membuka bengkel. Sejalan dengan itu maka saya memilih masuk SMK dan mengambil jurusan Elektronika dengan harapan suatu saat nanti bisa bekerja ditempat service Radio atau mendirikan service Radio.
Karena masih berharap untuk bisa sekolah di Ibu Kota provinsi maka saya mencari info bagaimana masuk ke sebuah SMK disana tetapi karena persyaratannya terlalu berat untuk masuh kesana maka secepatnya saya harus pulang ke kampung untuk mencari SMKyang dapat menerima saya sesuai dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Syukur Alhamdulillah saya diterima di sebuah SMK Negeri di Ibu Kota Kabupaten dan mengambil jurusan Elektronika.
Jarak antara rumah saya dan sekolah saya adalah kurang lebih 80 KM, oleh sebab itu untuk menghemat waktu dan biaya maka orang tua memutuskan untuk mencari tumpangan di dekat sekolah selama saya menuntut ilmu disana dan saya merasa bersyukur mendapat tumpangan dari keluarga yang kebetulan sebagai pengajar di sebuah SMA Swasta. Tadinya saya mempunyai niat untuk tinggal di gubuk (dulu tempat kost belum populer seperti saat ini) selama saya menuntut ilmu, tetapi karena orang tua saya tidak tega maka saya harus menumpang di rumah keluarga.
Karena sekolah saya agak di pinggir kota maka saya harus menempuh perjalanan kurang lebih 15 KM pulang pergi dengan menumpang pete'2 (kalau dijakarta namanya angkot).

No comments: