Untuk menjalankan sebuah perkumpulan atau organisasi harus memiliki pemimpin karena tanpa pimpinan organisasi atau perkumpulan itu tidak akan berjalan sempurna. Oleh sebab itu seorang pemimpin harus mampu membuat suatu tujuan bersama yang akan diikuti oleh orang yang dipimpinnya.
Pada level pemerintahan ada berbagai macam pemimpin didalamnya mulai dari kepala negara itu sendiri sampai kepada Menteri, Dirjen dan tingkat yang paling terendah. Semua itu membutuhkan pemimpin yang bukan saja mampu menjaga ketentraman bawahannya tetapi juga harus mampu memperlihatkan arah dan tujuan yang akan ditempuh.
Setiap warga negara mepunyai hak yang sama untuk menjadi pemimpin tetapi tidak semua orang mampu untuk memimpin. Seperti manusia yang hidup dimuka bumi ini mempunyai hak yang sama untuk memimpin sebuah rumah tangga, setelah mendapat kesempatan untuk menikah maka dia akan memimpin sebuah rumah tangga tetapi belum tentu semua orang yang sudah menikah mampu untuk memimpin rumah tangganya sehingga ada namanya perceraian.
Oleh sebab itu setiap orang yang menjadi pemimpin di negara ini adalah orang yang mempunyai kesempatan untuk memimpin bukan karena dia mampu untuk memimpin. Dalam memimpin sebuah negara dituntut untuk berlaku adil dan seadil-adilnya kepada setiap warganya. Pemimpin yang dituntut oleh warganya untuk turun tahta adalah bentuk dari kegagalan seorang pemimpin.
Salah satu penyebab keterpurukan dinegara kita adalah karena pemimpinnya adalah orang-orang yang mempunyai kesempatan untuk memimpin bukan karena mempunyai sejarah atau mempunya kemampuan untuk memimpin. Kesempatan itu muncul karena banyak dikenal orang atau mempunyai jaringan dimana-mana ataupun mempunyai banyak materi.
Tidak tertutup kemungkinan dinegara kita ini mempunyai pemimpin yang mempunyai kemampuan untuk memimpin tetapi tidak mempunyai kesempatan untuk memimpin karena berbagai macam faktor. Pemimpin yang sejati adalah pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan orang banyak tanpa memikirkan kepentingan keluarganya, kelompoknya, organisasinya saja dan selalu berusaha untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya dan selalu berlaku adil.
Dimanakah pemimpin itu...? sanggupkah bangsa bangsa ini mendapatkan PEMIMPIN itu ...?
Selamat mencari...
Friday, March 13, 2009
Wednesday, March 11, 2009
Ketika Dia Menuntun Saya (Bag 6)
Pada saat saya mengambil keputusan untuk mendaftar agar bisa diterima di SPK adalah Ibu saya yang paling dominan dalam mempengaruhi saya untuk masuk kesana. Karena semua impian itu sudah lenyap maka tiba giliran Bapak saya yang memberikan masukan. Bapak saya melihat trend pada saat itu adalah SMK, paling tidak setelah tamat bisa bekerja di bengkel atau bisa membuka bengkel. Sejalan dengan itu maka saya memilih masuk SMK dan mengambil jurusan Elektronika dengan harapan suatu saat nanti bisa bekerja ditempat service Radio atau mendirikan service Radio.
Karena masih berharap untuk bisa sekolah di Ibu Kota provinsi maka saya mencari info bagaimana masuk ke sebuah SMK disana tetapi karena persyaratannya terlalu berat untuk masuh kesana maka secepatnya saya harus pulang ke kampung untuk mencari SMKyang dapat menerima saya sesuai dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Syukur Alhamdulillah saya diterima di sebuah SMK Negeri di Ibu Kota Kabupaten dan mengambil jurusan Elektronika.
Jarak antara rumah saya dan sekolah saya adalah kurang lebih 80 KM, oleh sebab itu untuk menghemat waktu dan biaya maka orang tua memutuskan untuk mencari tumpangan di dekat sekolah selama saya menuntut ilmu disana dan saya merasa bersyukur mendapat tumpangan dari keluarga yang kebetulan sebagai pengajar di sebuah SMA Swasta. Tadinya saya mempunyai niat untuk tinggal di gubuk (dulu tempat kost belum populer seperti saat ini) selama saya menuntut ilmu, tetapi karena orang tua saya tidak tega maka saya harus menumpang di rumah keluarga.
Karena sekolah saya agak di pinggir kota maka saya harus menempuh perjalanan kurang lebih 15 KM pulang pergi dengan menumpang pete'2 (kalau dijakarta namanya angkot).
Subscribe to:
Posts (Atom)

