Sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat adalah senantiasa selalu menerima aspirasi dari seluruh rakyat Indonesia. Seluruh keluh kesah dari setiap warga masyarakat harus di dengar dan ditermahkan dalam bentuk implementasi yang sejalan dengan aspirasi itu sendiri. Sebagai bentuk implementasi adalah bagaimana mendorong pemerintah untuk membuat suatu kebijakan yang bersumber dari aaspirasi yang telah diterima dari masyarakat.
Kenyataan yang ada sekarang adalah sebagian besar anggota Dewan Perwakilan Rakyat digunakan sebagai alat untuk mendapatkan suatu keinginan pribadi atau kelompok. Semua itu dilakukan di lintas partai dan fraksi, praktek itu dilakukan karena lunturnya rasa peduli terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara yang mana didalamnya adalah masyarakat yang dulu memilih para anggota dewan yang terhormat.
Sebagaimana fenomena yang paling menonjol akhir-akhir ini adalah tereksposnya gaya hidup beberapa orang anggota dewan, mulai gaya hidup dengan materi, gaya hidup dengan kehidupan sosial, gaya hidup kebal terhadap hukum sampai kepada gaya hidup yang selalu ingin di ekspos. Sebagai rakyat biasa kita hanya bisa marah dalam hati karena tidak tau mau menyalahkan siapa.
Tapi yang paling menyakitkan adalah tingkah beberapa anggota dewan disatu sisi menentang suatu kebijakan yang merugikan masyarakat tapi disisi lain membela suatu kebijakan yang dapat merugikan diri sendiri dan kelompoknya.
Monday, December 19, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment