Jakarta, Sebuah perusahaan pembuat game, White Wolf Publishing, tersentak setelah membaca pesan dari perhimpunan hacker internasional. Pasalnya, hacker mengirim pesan bahwa data pribadi klien mereka telah dicuri. Data yang dicuri termasuk alamat e-mail, nama pengguna dan enkripsi password.
White Wolf Publishing, pembuat game tersohor seperti "World of Darkness" dan "Vampire: The Requiem", mengaku menerima pesan dari perhimpunan hacker internasional pada 11 Desember silam. Di dalamnya dikatakan, mereka (grup hacker-red) telah membobol sistim pertahanan keamanan perusahaan tersebut. Hal itu disampaikan juru bicara perusahaan, Kelley Herman.
Para hacker tersebut mengancam akan mempublikasikan data-data klien itu pada web, kecuali jika White Wolf mau menebusnya dengan mengirimkan sejumlah uang kepada mereka. Tidak jelas berapa jumlah uang yang diminta oleh perkumpulan hacker tersebut.
Karena perusahaan yang berbasis di Atlanta itu tak mau membayar, hacker kembali mengancam dengan mengirimkan e-mail kepada para konsumen White Wolf. Di dalamnya disebutkan, konsumen harus membeli informasi yang telah dicuri dengan harga US$10 (US$1 = Rp 9.845, sumber: detik.com).
Herman tak memaparkan berapa banyak konsumen yang terkena dampak ini.
"Kami segera memberitahukan masalah ini kepada klien kami dan menyarankan agar mereka segera mengganti password," ujar Herman seperti dilansir detikinet dari zdnetasia Selasa (20/12/2005).
Ada banyak kesempatan untuk membobol sistim keamanan dari enkripsi dan password. Konsumen yang menggunakan password yang sama untuk belanja dan online banking kemungkinan besar terancam dampak serangan seperti ini.
Menurut Herman, para hacker menggunakan celah software untuk menembus keamanan situs. Bahkan toko online White Wolf sempat mati selama empat hari ketika mereka mencoba memperbaiki celah tersebut. Saat ini FBI sedang menyelidiki kasus tersebut.(dwn)
Tuesday, December 20, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment