Saya dilahirkan di sebuah desa yang penuh dengan kedamaian yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari ibu kota Kecamatan, 60 kilometer dari ibu kota Kabupaten dan sekitar 350 kilometer dari Ibu Kota Propinsi. Seperti halnya anak-anak yang saya dibesarkan dengan penuh kesederhanaan tapi penuh dengan cinta kasih mulai dari kedua orang tua, kakek dan nenek.
Sebagai bentuk tanggung jawab bapak sebagai kepala keluarga maka pada saat itu kita sering ditinggal bahkan sampai setahun lamanya untuk menghidupi keluarga. Bapak mempunyai saudara laki-laki tapi pada saat beliau meninggal dunia pada saat sedang belajar di Sekolah menengah Atas sehinggga praktis pada saat itu tidak pernah mendapat kasih sayang dari seorang kakak. Pada saat itu ibu yang merangkap sebagai kepala keluarga karena kakek pada saat sudah tua sedang nenek juga sudah duluan menghadap yang maha kuasa.
Pada saat umur menginjak 6 tahun saya dimasukkan ke sebuah sekolah formal di desa kami bersama teman-teman sebaya walau sebelumnya tidak mengenal yang namanya Pendidikan Anak Usia Dini seperti yang ada di kota pada saat itu. Perasaan bangga dan terharu ketika pertama kali menginjakkan kaki di sekolah dengan memakai perlengkapan yang serba baru walaupun tidak pas di badan.


No comments:
Post a Comment