Tuesday, April 03, 2007

Dibalik Konferensi Pusat PGRI ke IV

Sebagai organisasi Guru yang tertua, Persatuan Guru Republik Indonesia telah melakukan Konferensi Pusat ke IV di Makassar Sulawesi Selatan sebagai bentuk eksistensi mereka di negeri ini tapi seiring dengan konferensi itu apakah para anggota yang bernaung dalam organisasi itu sadar bahwa dalam mencerminkan sebuah organisasi yang profesional akan diikuti oleh hasil-hasil pemikiran yang jernih dan berkwalitas dalam menyikapi persoalan dan kondisi guru Indonesia saat ini.

Sebagai organisasi harusnya mempunyai gambaran atau analisa umum tentang situasi dan kondisi para anggotanya sebelum memperjuangkan hak dan kewajiban para anggotanya, sebagai contoh, kencangnya tuntutan atau permintaan para guru di Indonesia untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari pemerintah. Kita sadar bahwa memang gaji guru di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan gaji guru di beberapa negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura.

Kalau memang sebuah organisasi khususnya PGRI mau memperjuangkan nasib para anggotanya itu adalah sebuah tindakan yang sangat wajar, tapi jangan lupa mari kita memperhatikan realita yang sesungguhnya bahwa kalau kita menuntut kesejahtraan janganlah mengabaikan Mutu. Lahirnya Undang-undang Guru dan Dosen adalah untuk mewujudkan Guru yang Sejahtera tetapi juga profesional dalam arti bahwa tidak mengabaikan mutu.

Apakah PGRI sudah memikirkan hal tersebut...? Selamat berjuang guruku tapi jangan mengabaikan mutu, ingat nasib bangsa ini ditentukan dari jari tanganmu....!

No comments: